RadarSumsel-PALEMBANG, SUMATERA SELATAN – Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan (PASS) menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi atau Bapak Aing, ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam rangka menjalankan agenda kedinasan. 28/9/2026
Sekretaris Jenderal Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan (PASS), Endang Bunyamin, S.H., M.H., mengatakan bahwa kehadiran Kang Dedi di Bumi Sriwijaya menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi masyarakat Jawa Barat dan keluarga besar Sunda yang berada di Sumatera Selatan.
Menurut Endang Bunyamin, meskipun dalam kunjungan tersebut Kang Dedi belum berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi secara langsung dengan keluarga besar Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan, hal tersebut tidak mengurangi rasa bangga dan penghormatan PASS atas kehadiran salah satu tokoh Sunda tersebut di Kota Palembang.
“Kami dari keluarga besar Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kedatangan Kang Dedi Mulyadi di Kota Palembang. Kendati dalam kesempatan ini beliau belum sempat bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besar PASS Sumatera Selatan, kehadiran beliau tetap memberikan kebanggaan dan semangat bagi kami,” ujar Endang Bunyamin.
Ia juga mengapresiasi perhatian Kang Dedi terhadap sejarah dan kebesaran Kota Palembang. Dalam kunjungannya, Kang Dedi sempat menyinggung kejayaan Sriwijaya, sebuah peradaban besar Nusantara yang memiliki jejak penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurut Endang, pernyataan tersebut merupakan pengingat penting bagi seluruh anak bangsa bahwa Indonesia memiliki warisan sejarah dan peradaban yang besar. Kekayaan sejarah tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi harus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan untuk membangun masa depan bangsa yang lebih maju dan berkeadaban.
“Ketika Kang Dedi berbicara tentang kebesaran Palembang dan kejayaan Sriwijaya, tentu hal itu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah besar yang harus kita pahami, jaga, dan warisi sebagai fondasi untuk kemajuan peradaban di masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Endang Bunyamin mengungkapkan bahwa secara emosional dan kultural, kehadiran Kang Dedi di tanah Sriwijaya menghadirkan suasana kebatinan tersendiri bagi keluarga besar Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan. Dalam simbolisme budaya, perjumpaan spirit Siliwangi dan Sriwijaya dimaknai sebagai pertemuan dua kekuatan besar dalam khazanah peradaban Nusantara.
“Bagi kami, secara kebatinan dan simbolik, kehadiran Kang Dedi di Palembang seakan menghadirkan kembali semangat kebesaran Prabu Siliwangi yang datang bersilaturahmi ke tanah Sriwijaya. Tentu ini bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan simbol persaudaraan antardaerah dan pengingat bahwa kekuatan Indonesia lahir dari keberagaman yang saling menghormati,” ungkapnya.
Paguyuban Pasundan Sumatera Selatan berharap hubungan kebudayaan dan persaudaraan antara masyarakat Sunda dan masyarakat Sumatera Selatan terus terjalin dengan baik. Keberagaman suku, adat, dan budaya, menurut PASS, merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam membangun persatuan dan kemajuan bersama.
“Dari tanah Pasundan hingga Bumi Sriwijaya, kita dipersatukan oleh semangat Nusantara. Sejarah boleh berbeda, budaya boleh beragam, tetapi cita-cita kita tetap satu: Indonesia yang maju, berbudaya, dan berperadaban,” tutup Endang Bunyamin, S.H., M.H.


Comment