RadarSumsel.com-PALEMBANG, 5 Mei 2026. Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program pemenuhan gizi nasional terus digencarkan. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar audiensi strategis bersama Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jambi.
Audiensi tersebut membahas secara komprehensif berbagai tantangan dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya terkait ketersediaan bahan pangan yang konsisten, berkualitas, dan berkelanjutan.
Rombongan DPW Tani Merdeka Indonesia Sumsel dipimpin langsung oleh Ketua DPW Medi Ahmazon, didampingi Syafarudin Adam selaku Kepala Bidang Pengembangan Usaha dan Koperasi, Nopriansyah selaku Kepala Bidang Hukum dan Pendampingan Advokasi Petani, serta Samsu Riyadi selaku Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Turut hadir jajaran bidang pertanian, hortikultura, serta Satuan Tugas Pangan TMI.Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Kepala KSPPG wilayah Sumsel, Babel, dan Jambi, Dr. Nurya Hartika, S.H., M.Si, bersama Darofan dan jajaran staf.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa salah satu hambatan utama dalam pelaksanaan program MBG adalah belum optimalnya sistem distribusi dan rantai pasok bahan pangan dari tingkat petani ke dapur layanan. Hal ini berdampak pada fluktuasi ketersediaan bahan baku serta potensi peningkatan biaya operasional.
Menanggapi kondisi tersebut, DPW Tani Merdeka Indonesia menawarkan solusi konkret melalui penguatan peran Koperasi Tani Merdeka Indonesia sebagai mitra strategis dalam penyediaan bahan pangan.
Koperasi tersebut didukung oleh jaringan petani binaan yang bergerak di sektor peternakan, hortikultura, buah-buahan, hingga perikanan.Koperasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai agregator hasil produksi petani, sekaligus menjamin stabilitas pasokan, standar kualitas, dan keterjangkauan harga bagi dapur MBG.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia, Medi Ahmazon, menegaskan komitmen organisasinya dalam membangun sistem kemitraan terpadu dari hulu hingga hilir.
“Kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal, sekaligus mendukung keberlanjutan program pemenuhan gizi nasional. Sinergi ini menjadi solusi menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KSPPG, Dr. Nurya Hartika, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan koperasi berbasis petani memiliki potensi besar dalam meningkatkan stabilitas pasokan serta kualitas bahan pangan yang digunakan dalam program MBG.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menyusun skema kerja sama yang mencakup pemetaan kebutuhan bahan pangan dapur MBG, identifikasi potensi produksi petani di wilayah Sumsel, Babel, dan Jambi, serta perumusan mekanisme distribusi yang efisien dan transparan.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat implementasi program pemenuhan gizi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui kepastian pasar dan stabilitas harga.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, koperasi, dan petani, program Makan Bergizi Gratis diyakini dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


Comment