Banyuasin, 16 Agustus 2026 — Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan teknologi tepat guna berupa alat pencacah rumput pakan ternak yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi peternak sapi di Desa Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didanai BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.
Program yang dilaksanakan selama Juli–Agustus 2026 tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi penyediaan pakan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi terbarukan kepada masyarakat. Teknologi pencacah rumput diharapkan dapat membantu peternak menghemat waktu dan tenaga dalam proses pengolahan pakan sehingga mendukung peningkatan produktivitas usaha peternakan.
Selain penerapan alat, tim pengabdian memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai prinsip kerja alat pencacah rumput, sistem PLTS, prosedur pengoperasian, keselamatan kerja, serta pemeliharaan peralatan. Peternak juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung agar mampu mengoperasikan serta merawat teknologi secara mandiri.
Ketua Kelompok Tani Sinar Rambutan, Ali Husin, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, teknologi pencacah rumput terintegrasi PLTS membantu mempercepat dan mempermudah penyediaan pakan bagi peternak.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Pengabdian Universitas Sriwijaya dan Kemendiktisaintek atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Teknologi ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai peternak karena dapat membantu meringankan pekerjaan dalam menyiapkan pakan,” ujar Ali Husin.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Sriwijaya, Dr. Farhan Yadi, S.T., M.Pd., mengatakan bahwa penerapan teknologi tepat guna harus disertai peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat digunakan secara berkelanjutan.
“Teknologi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat digunakan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan tidak berhenti pada penyediaan alat, tetapi dilanjutkan dengan sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan agar peternak mampu mengoperasikan serta merawat teknologi secara mandiri,” katanya.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Integrasi teknologi mekanik dengan energi surya diharapkan dapat mendukung produktivitas peternak, pemanfaatan energi terbarukan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini didanai melalui BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 berdasarkan Nomor Kontrak 0118.05/UN9.LPPM/SB3.ADM/2026. Melalui PKM BIMA 2026, Unsri terus mendorong agar inovasi perguruan tinggi dapat dihilirkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung produktivitas dan kesejahteraan peternak.


Comment