by

Dodi Reza Bantah Terima Suap Proyek Dinas PUPR, Itu Uang Ibu Untuk Bayar Lawyer Ayah Saya

-Sumsel-19 views

RadarSumsel.com, Palembang – Mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin membantah telah menerima jatah fee pengerjaan empat paket proyek pada Dinas PUPR Muba tahun anggaran 2021.

Hal tersebut dikatakan terdakwa Dodi Reza Alex saat dijadikan sebagai saksi dalam sidang lanjutan yang digelar Majelis Hakim Tipikor di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (6/6/2022).

Dodi, membantah keterangan sejumlah terdakwa lain dalam kasus ini Herman Mayori (mantan Kadis PUPR) yang menyebutkannya menerima fee sebesar 10 persen dari proyek di dinas tersebut.

“Serta keterangan saksi Herman Mayori bahwa saya mengatakan bereskan saja terhadap adanya permasalahan di luar kedinasan terkait proyek tersebut juga itu tidak benar Pak hakim,” kata Dodi Reza Alex di persidangan.

Saya tidak pernah menerima dan sama sekali tidak tahu,” kata Dodi.

Menurut Dodi, ia tak mengatur nama siapapun sebagai pemenang tender proyek di Dinas PUPR Muba seperti yang dituduhkan. Sejak menjabat bupati pada 2017, dia menyebut sering memperingatkan anak buahnya untuk tidak memberlakukan dana komitmen seperti di daerah-daerah lain.

“Saya sering dengar rumor tentang commitment fee, karena itu sudah saya imbau ke seluruh pegawai jangan diulangi tindakan itu,” ujarnya.

Selain itu, Dodi juga membantah mengenai kesaksian Herman Mayori yang mengatakan uang fee itu diberikan lewar 2 jalur. Yakni melalui Irfan, Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR dan Badruzzaman selaku staf ahli bupati.

“Badruzzaman bukan orang kepercayaan saya. Saya juga tidak pernah mendengar soal fee ke Badruzzaman,” ungkap Dodi.

Adapun uang Rp 1,5 miliar yang disita saat OTT KPK saat itu merupakan uang dari ibunya, Sri Eliza, untuk membayar pengacara Alex Noerdin, yakni Soesilo Ari Wibowo.

“Saya hanya berpikiran uang itu adanya Rp 1,5 miliar, tidak meriksa-meriksa lagi. Dan uang itu dititipkan oleh ibu saya kepada ajudan saya. Dia saya diperintahkan untuk mengantar uang itu untuk membayar jasa lawyer ayah kandung saya,” tuturnya.

“Uang itu milik ibu saya hasil menjual perhiasan, hasil usaha, dan pinjaman ke keluarga untuk jasa pengacara. Itu bisa dibuktikan,” tegasnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *