by

Harga TBS Sawit Anjlok, Petani Sawit di Sumsel Menjerit

-Sumsel-44 views

RadarSumsel.com, Ogan Ilir – Harga Tanda Buah Sawit (TBS) di Sumsel kian terus mengalami penurunan setiap pekannya, bahkan kini menjadi harga terendah sepanjang penjualan sepanjang tahun ini. Hal tersebut membuat petani sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) menjerit.

Di Kabupaten Ogan Ilir, Seperti diungkapkan Heri, menurutnya, sejak pasca lebaran harga sawit di daerahnya terus turun. Harga TBS menyentuh titik rendah, ada di angka Rp900 per kilogram.

Harga sawit yang anjlok juga disertai dengan harga kebutuhan pokok yang semakin melambung. Tak hanya minyak, telur, sayuran dan bahan pokok lainnya naik semua,” keluh Petani asal Desa Tanjung Harapan Kecamatan Rantau Panjang ini, Minggu (26/6/2022).

Dirinya berharap, harga sawit bisa kembali naik sehingga bisa menutupi biaya operasional di kebunnya. “Saat ini, apa yang dirasakan para petani sawit ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,” katanya.

Hal senada di ungkapkan Andri, pemilik kebun sawit lainnya mengaku dirinya merasa sulit dengan harga sawit yang anjlok hingga Rp800 per kilogram.

“Kemarin sempat turun ke Rp900 sekarang turun lagi 800 anjlok terus harga pupuk juga melambung,” ujarnya.

“Pendapatan bersih diungkapkannya tak seimbang dengan biaya perawatan, harga pestisida melambung, racun rumput melambung, bisa dibilang semua bahan untuk operasional kita melambung, ini malah harga buah sawitnya anjlok,” katanya.

Sementara itu, Analis PSP Tingkat Madya Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan, harga sawit di tingkat petani terus mengalami penurunan. Harga di tingkatan petani swadaya saat ini rata-rata hanya mencapai Rp600 sampai Rp1.000 per kilogram.

Menurutnya, penurunan harga disebabkan harga CPO global juga mengalami tekanan dengan mulai membanjirnya minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari. Kedua minyak tersebut merupakan minyak alternatif pengganti CPO.

Lebih lanjut, kata Rudi “Pemerintah telah mengambil langkah langkah dengan cara mempercepat proses distribusi minyak goreng curah ke masyarakat”

“Harapannya kalau penyaluran minyak goreng lancar, tanki CPO pun akan berkurang dan PKS bisa beli TBS petani lagi. Namun hal ini belum cukup untuk mendongkrak harga TBS di tingkat petani,” sambungnya

Solusi yang bijak dari pemerintah untuk membantu petani sawit dan mempertahankan harga TBS di level Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogram yakni dengan menurunkan pungutan ekspor (PE), bea keluar (BK), flush out (FO) ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk sementara waktu.

“Dengan demikian harga TBS ikut terkerek. Pemerintah bisa tenang. Rakyat puas, hal ini bisa diberlakukan sampai harga CPO normal kembali,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *