by

Makanan Harimau Habis Diburu, BKSDA: Manusia Lebih Buas

-Sumsel-303 views

Radar Sumsel. Lahat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA-SKW) II Lahat, Sumatera Selatan menduga sumber makanan yang semakin menipis mengakibatkan harimau keluar teritorinya hingga mendekati permukiman warga.

Kepala BKSDA SKW II Lahat, Martialis Puspito, di Palembang, Minggu, 15 Desember 2019, mengatakan harimau biasanya memangsa rusa, kambing hutan, dan babi di hutan lindung

Namun, kata dia, perburuan secara masif membuat rantai makanannya terganggu.

“Perburuan rusa, kambing hutan, dan babi oleh manusia menyebabkan harimau kesulitan mencari makan, dampaknya posisi harimau terdesak, kalau sudah begitu maka harimau akan keluar dari teritorinya,” ujar dia.

Ia mengatakan jatuhnya korban jiwa di Sumsel akibat serangan harimau, salah satu penyebabnya yakni menipisnya sumber makanan satwa itu di dalam hutan lindung.

“Sehingga harimau keluar jauh dari teritorinya sampai harus mendekati permukiman,” katanya.

Jika terdesak, katanya, harimau dapat menjelajah hingga 20 kilometer keluar dari teritorinya per hari demi mendapatkan mangsa.

Perburuan rantai makanan harimau saat ini masih banyak terjadi di wilayah Hutan Lindung Gunung Patah di lanskap Taman Nasional Bukit Barisan yang menjadi salah satu kantong harimau.

Pada 2016, pihaknya menemukan tujuh bangkai kepala kambing hutan di Gunung Dempo Kota Pagaralam karena perburuan oleh manusia.

“Sama saja seperti babi hutan yang diburu hampir setiap pekan oleh warga, jadi yang buas sepertinya manusia,” kata Martialis.

Dampaknya, saat ini harimau semakin tertekan dengan dua kondisi, yakni menipisnya makanan dan penyempitan habitat karena perambahan hutan untuk lahan perkebunan ilegal.

Dampaknya, saat ini harimau semakin tertekan dengan dua kondisi, yakni menipisnya makanan dan penyempitan habitat karena perambahan hutan untuk lahan perkebunan ilegal.

Artikel ini telah ditayangkan oleh https://www.tempo.com dengan judul  Makanan Harimau Habis Diburu, BKSDA: Manusia Lebih Buas

(**ZRQ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *