by

“Korupsi Hampir Satu Milliar” di Kab. PALI, Akan Ada Ada Tersangka Baru

-Kriminal-171 views

Radar Sumsel, PALI-Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Abu Hanifah (AH), resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten PALI diduga melakukan tindak pidana korupsi sekitar Rp700 juta mendekati satu Milliar. Senin (9/12/2019).

AH ditahan setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi uang makan guru dan pegawai di tahun 2017 lalu, saat dirinya masih menjabat.

Abu Hanifah (AH) yang saat ini masih menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) PALI. Tahun 2017 AH menjabat Kepala Dinas Pendidikan lantaran dugaan tindak pidana korupsi disaat sedang menjabat, dan hasil penyidikan serta penyelidikan AH langsung ditahan untuk dititipkan di Lapas Muaraenim.

Marcos Marudut Simaremare Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI Menjelaskan “Kami melakukan penahan terhadap AH. Dua alat bukti kita temukan karena diduga telah melakukan tindakan korupsi anggaran Disdik Kabupaten PALI tahun 2017, tepatnya uang makan pegawai dan guru”

Lanjut Marcus, penahan terhadap AH sendiri, dilakukan selama dua puluh hari kedepan. “Tersangka dititipkan di Lapas kelas 2B Muaraenim. Tersangka selama penyidikan bersikap kooperatif,” katanya.

Sebelumnya, Ungkap Marcos “Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka beberapa hari lalu. Sementara untuk jumlah kerugian negara, lanjut dia, berjumlah Rp573 juta. Secara keseluruhan, ia mengakui memang ada sekitar Rp700 juta lebih, namun sebagian telah dikembalikan.

“Saat ini tersangka masih ditetapkan satu orang. Tapi tidak menutup kemungkinan setelah dikembangkan tersangka bakal bertambah,” katanya menambahkan.

Rincian pengembalian kerugian uang negara oleh tersangka yakni; tanggal 16 juli 2019 sebesar Rp40 juta dan 1 Oktober 2019 sebesar Rp160 juta, total ada Rp200 juta.

“Dan beberapa hari lalu secara kooperatif tersangka memberikan uang, tepatnya tanggal 3 Desember sebesar Rp100 juta untuk barang bukti.” Tutur Kepala Kejari

Tersangka AH tampak lesu dan wajah pucat saat dibawa oleh Tim Jaksa “Memang saya akui salah, dananya sebesar Rp700 juta sekian tapi sudah saya setor sebagian. Atas putusan ini saya ikuti aturan hukum, dan Saya bertangung jawab atas kesalahan dalam mengambil kebijakan saat sedang menjabat” Ungkap AH (**AD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *