Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda sebagai tonggak persatuan dan kebangkitan generasi muda. Pada 1928, para pemuda menyatukan tekad untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Semangat tersebut tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah atau seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan untuk menjawab tantangan zaman, termasuk krisis lingkungan dan perubahan iklim. Jika generasi muda dahulu bersatu memperjuangkan masa depan bangsa, generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab menjaga masa depan tersebut.
Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, ancaman terhadap sumber pangan dan air, serta pencemaran lingkungan merupakan persoalan yang membutuhkan keterlibatan aktif anak muda. Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi persatuan dalam aksi nyata menyelamatkan lingkungan Indonesia.
Sebab, kerusakan lingkungan tidak mengenal batas wilayah, suku, agama, maupun golongan. Dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan generasi mendatang.Anak muda memiliki keunggulan berupa kreativitas, kemampuan belajar cepat, penguasaan teknologi, dan jaringan sosial yang luas.
Potensi ini dapat dikembangkan melalui pendekatan Pemuda Wirausaha Hijau, yakni mengidentifikasi persoalan lingkungan dan mencari solusinya melalui inovasi. Sampah plastik dapat diolah menjadi produk bernilai guna, sampah organik menjadi kompos, sedangkan teknologi sederhana dapat membantu menghemat energi dan air.
Namun, penyelesaian persoalan lingkungan tidak selalu harus berorientasi bisnis. Pendidikan, gerakan sosial, perubahan perilaku, dan kebijakan publik juga diperlukan. Yang terpenting adalah membangun kemampuan pemuda untuk meneliti masalah, menguji solusi, dan bekerja sama.
Sekolah menengah atas dapat menjadi titik awal melalui penelitian lingkungan, seperti pengukuran sampah sekolah, pengamatan kualitas lingkungan, penghematan energi, dan pemanfaatan potensi kebun pangan. Hasil penelitian tersebut dapat dikembangkan menjadi prototipe yang memberikan solusi nyata.
Perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah daerah perlu dilibatkan dalam membangun ekosistem inovasi. Dalam konteks Sumatera Selatan, kolaborasi ini dapat diarahkan pada pengelolaan sampah, perlindungan sungai dan ruang hijau, pemanfaatan limbah, serta pengembangan kegiatan ekonomi ramah lingkungan.
Bidang Lingkungan Hidup Partai Golkar dapat mengambil peran sebagai penghubung melalui program Green Innovation Challenge, sebuah forum yang mempertemukan siswa, mahasiswa, pemuda, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha untuk mengembangkan solusi lingkungan.
Kegiatan ini tidak cukup berhenti pada perlombaan dan penghargaan. Gagasan terbaik perlu memperoleh pendampingan agar dapat diuji dan diterapkan di lapangan.Di era digital, pemuda juga dapat menyebarkan informasi lingkungan yang mudah dipahami dan berbasis data.
Mereka dapat berperan sebagai citizen scientist dengan mengumpulkan informasi mengenai titik sampah, kondisi sungai, ruang hijau, dan suhu lingkungan. Data tersebut dapat menjadi masukan bagi masyarakat dan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan.
Semangat persatuan juga menuntut kesempatan yang setara bagi seluruh pemuda, termasuk mereka di perdesaan dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya. Inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi mahal. Pengetahuan lokal, kreativitas, dan kerja bersama dapat menjadi modal penting untuk memulai perubahan.
Pada akhirnya, krisis lingkungan bukan hanya persoalan teknologi, melainkan juga tanggung jawab antargenerasi dan masa depan bangsa. Pemuda tidak harus menunggu menjadi pejabat, ilmuwan, atau pengusaha besar untuk bertindak. Mereka dapat memulai dari sekolah, rumah, kampung, dan komunitas masing-masing.
Jika dahulu pemuda bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, hari ini semangat itu harus diwujudkan dalam satu tanggung jawab bersama “menjaga bumi Indonesia agar tetap layak dihuni oleh generasi sekarang dan mendatang”.
Sumpah Pemuda bukan sekadar warisan sejarah, melainkan panggilan untuk melanjutkan perjuangan melalui kepedulian, persatuan, inovasi, dan aksi nyata. Perjuangan menjaga lingkungan Indonesia harus dimulai sekarang.
Syafarudin Adam. Kabiro Lingkungan Hidup DPD Partai Golkar Sumsel


Comment