Radarsumsel.com, Pangkalpinang – Jobfair tahun 2022 Kota Pangkalpinang diikuti 400 para pencari kerja di Bangka Belitung. Acara tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ir. Afriansyah Noor, M.Si di Halaman Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSP dan TK) Kota Pangkalpinang, Senin (5/12/2022).
Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang, Dr. H. Maulan Aklil atau yang kerap disapa Molen ucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi atas kesiagaan dan kesiap-sediaan perusahaan untuk turut berpartisipasi dalam Pangkalpinang Jobfair 2022. Ia menerangkan terdapat 400 para pencari kerja yang didominasi tingkat SLTA. Karena menurut data statistik, Molen sampaikan memang tingkat pengangguran lebih banyak ditingkat SLTA dibanding tingkatan pendidikan lainnya.
“Hadir disini para pencari-pencari kerja kita, saya rasa bukan hanya dari Pangkalpinang, tapi se-Bangka Belitung memperebutkan pekerjaan dari 20an perusahaan pada Jobfair 2022 ini”, ungkap Molen dihadapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan 400 pencari kerja.
Ditempat yang sama, dalam sambutannya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ir. Afriansyah Noor, M.Si menyebut pandemi saat ini masih berlanjut dan belum usai. Ia mendoakan semoga Indonesia lepas dari Pandemi Covid-19 yang telah menghantam dunia. Dengan adanya pandemi tersebut, serapan tenaga kerja di Pangkalpinang yang menembus hingga 3000 serapan tenaga kerja adalah sesuatu hal yang luar biasa.
“Semoga capaian-capaian tadi ditengah pandemi dan resesi dunia ini terwujud, Pangkalpinang luar biasa. Indonesia tetap kokoh dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo”, ujar Afriansyah Noor.
Dengan adanya serapan tenaga kerja, Afriansyah Noor menambahkan, akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dengan memberi kesempatan lapangan pekerjaan bagi generasi muda. Saat ini, tenaga kerja Indonesia telah menunjukkan performa positif.
“Ditengah kondisi tersebut Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia. Tantangan bagi kita terkait inflasi, bagaimana ketahanan ekonomi global dalam keadaan sulit, inflasi akan berpengaruh pada kondisi Ketenagakerjaan”, jelasnya.
Tantangan selanjutnya, tutur Afriansyah Noor, adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih menjadi PR besar. Selain itu juga tuntutan perubahan dunia kerja, mempercepat transformasi Ketenagakerjaan yang menuju Revolusi Industri 4.0.
“Dalam konteks demikian, saya memandang Jobfair menjadi sangat penting dan strategis untuk dilakukan. Melalui Jobfair akan mendapat informasi, jika belum diterima maka Jobfair akan menjadi sarana informasi untuk meningkatkan kemampuan diri khususnya dalam menghadapi tantangan digital”, terangnya.
Melalui Jobfair ini pula, Afriansyah Noor jelaskan beberapa manfaat bagi perusahaan sebagai pihak penyedia kerja, salah satunya bagaimana perusahaan akan mendapat gambaran tenaga kerja dan bisa memetakan posisi para pencari kerja sesuai dengan kemampuan serta skill yang dimiliki. (Ari)


Comment