by

Pakar IPB, Prof. Dr. M. Syukur Berikan Tips Merawat Tanaman Cabai Hias di Rumah

RadarSumsel.com, Jakarta – Perawatan tanaman cabai hias yang tepat akan menghasilkan buah yang bisa dinikmati pada usia matang. Tepatnya pada hari ke-75 hingga 85 setelah waktu tanam.
Profesor Fakultas Pertanian IPB University Prof Muhammad Syukur membagikan tips yang tepat untuk merawat tanaman cabai hias dalam pot minimalis di rumah.

Lalu, apa saja tipsnya?

  1. Cabut dan ganti bibit cabai yang sudah mati
    Pertama, Prof Syukur memaparkan cara agar cabai yang kita tanam bisa berhasil dipanen. Caranya dengan mencabut dan mengganti bibit cabai yang sudah mati.

Tetapi, jangan lupa tanahnya untuk ikut diganti. Kemudian, barulah kita sulam dengan bibit baru yang lebih sehat. Intinya tanaman harus rajin dibersihkan dari gulma dengan rutin.

“Pada masa pertumbuhan tanaman harus dibersihkan dari gulma secara rutin,” terang Prof Syukur dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

  1. Lakukan penyemprotan hama dan penyakit setiap minggu
    Serangan hama pada tanaman cabai pun tidak terelakkan, terutama pada musim kemarau.

Umumnya hama yang menyerang tanaman dan buah cabai adalah trips, kutu daun apids, dan tungau. Ketiganya merupakan pembawa penyakit keriting pada tanaman.

Sementara kutu kebul membawa penyakit berupa keriting kuning.

Apakah hanya saat musim kemarau saja tanaman cabai hias perlu diperhatikan?

Jawabannya tidak. Sebab potensi penyakit tertentu yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri justru akan semakin tinggi pada musim hujan.

Ancaman penyakit tersebut di antaranya rebah kecambah, layu bakteri, layu fusarium, antraknosa, hawar phytopthora, bercak daun cercospora, busuk lunak bakteri, keriting kuning, mozaik virus dan kerupuk.

Oleh karena itu, dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB ini menganjurkan untuk dilakukan penyemprotan anti hama dan penyakit pada tanaman cabai setiap minggunya sesuai dengan dosis yang diperlukan.

“Oleh karenanya dianjurkan untuk menyemprotkan fungisida setiap minggu sesuai dosis yang diperlukan,” imbuhnya

Perlu diketahui perbedaan fungsi dari tiap penyemprotan.

Penyemprotan insektisida ditujukan untuk mengendalikan serangan hama dari serangga. Sementara penyemprotan akarisida digunakan untuk pengendalian tungau.

Lalu, untuk penyemprotan fungisida ditujukan sebagai pengendali penyakit tanaman akibat serangan dari bakteri dan cendawan.

Nah, catat baik-baik ya tips merawat cabai hias di rumah berikut. Semoga berhasil!

Artikel ini telah tayang di www.detik.com dengan judul “Tips Merawat Tanaman Cabai Hias di Rumah dari Profesor IPB”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *