by

3 Harimau Berkeliaran Di Jagat Basema, 2 Warga Diterkam

-Sumsel-318 views

Radar Sumsel. PAGARALAM-3 Harimau Berkeliaran di Kebun Kopi Minggu Siang, Berikut 7 Kasus Teror Nenek Gunung Terkam 2 Warga.

Penampakan si raja hutan ini memang membuat warga panik dan dicekam ketakutan, pengalaman dua warga yang diterkam sebelumnya membuat mereka cemas.

Total ada 7 Kasus Teror Harimau di Pagaralam, mulai dari Terkam Warga dan Wisatawan, kemudian Curi Ternak hingga Berkeliaran di Jalan Desa.

Terhitung selama rentang dua pekan terakhir Teror Harimau di Pagaralam ini, sudah memakan dua korban yakni Kuswanto dan wisatawan dari Sekayu di Tugu Harimau.

Korban lain adalah kerugian bagi warga sekitar karena kehilangan hewan ternak yang dicuri harimau Sumatera tersebut.

Kerugian lainnya adalah warga sekitar ketakutan pergi ke kebun lantaran takut diterkam oleh harimau Sumatera yang diduga sedang marah dan kelaparan akibat habitatnya di Hutan Lindung di Gunung Dempo Pagaralam diganggu.

Bahkan seperti sampaikan oleh Polres Pagaralam, karena habitat diganggu, maka harimau Sumatara ini turun gunung, berkeliaran ke kampung-kampung di jalan-jalan Desa di kawasan Pagaralam.

Dijelaskan Kapolres, sebenarnya manusialah yang sudah masuk di dalam habitat Harimau bukan harimau yang masuk di habitat manusia.

“Manusia merambah hutan untuk dijadikan pemukiman dan perkebunan yang seharusnya hutan itu adalah habitat hewan-hewan yang didalamnya mungkin termasuk Harimau ini. Jadi wajar jika saat ini mereka mulai bekeliaran karena habitat mereka terganggu,” jelas Kapolres.

Berdasarkan data-data yang dihimpun Sripoku.com, setidaknya 7 kasus Teror Harimau di kawasan Pagaralam dan Lahat, 2 diantaranya adalah 2 warga yang tewas dan luka, serta kerugian lainnya, berikut daftar 7 kasus di kawasan Pagaralam:

16 November Terkam Pendaki asal Sekayu

Teror harimau Sumatera di kawasan Pagaralam terutama areal Demo dan sekitarnya dimulai pada 16 November lalu.

Diawali dengan viral di media sosial yang menyebutkan jika ada harimau berkeliaran di kebun tes di Gunung Dempo Pagaralam.

Maka malam sebelumnya, seorang wisatawan asal Sekayu yang diduga menjadi korban binatang buas tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (16/11/2019) itu, dikabarkan ada salah satu wisatawan yang sedang berwisata di kawasan Gunung Dempo diterkam harimau atau macan tersebut.

Hal ini berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah.

Bahkan, Kabag Umum RSUD Besemah, Anca yang dikonfirmasi mengatakan, memang benar, jika tadi malam itu, ada pasien yang masuk ke RS Besemah karena diduga diterkam harimau.

“Ya benar saya sudah tanya ke dokter jaga IGD. Katanya memang ada pasien masuk dengan luka robek dipelipis yang katanya disebabkan diterkam harimau, saat berada di kawasan Tugu Rimau Gunung Dempo,” ujar Anca saat dihubungi sripoku.com, Sabtu (16/11/2019).

Sementara itu, Otek Cemehe juga menginformasikan kepada sripoku.com, bahwa ada informasi wisatawan diterkam harimau saat berkunjung ke Gunung Dempo.

“Saya dapat info dari bapak teman saya. Kemarin malam ada warga Sekayu yang diterkam harimau saat berwisata di Gunung Dempo,” katanya.


17 November Kuswanto Warga Lahat Tewas Diterkam Harimau

Sehari setelah heboh penampakan harimau di kebun tes dan menerkam seorang wisatawan,

Diduga hewan yang sama atau rombongan hewan dari kawasan hutan lindung di kawasan antara Pagaralam dan Lahat kembali memakan korban.

Kuswanto (28) warga Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat, Tewas diterkam harimau.

Kuswanto menjadi korban keganasan saat sedang berada di kebun kopi miliknya.

Hal tersebut seperti dituturkan Kades Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Lahat, Sumadi.

Dikatakan Sumadi, jika korban sedang bekerja dikebun kopi miliknya.

Nahas tanpa ia sadari datang seekor harimau yang sudah mengincarnya itu, langsung menerkamnya hingga korban tewas di lokasi kejadian.


Diceritakan jika Kuswanto datang bersama temannya, namun hanya Kuswanto yang diincar.

“korban sedang meremput di kebun kopi. Tiba tiba harimau menerkam. Kejadianya sekira pukul 10.00 wib.



18 November, Harimau Makan Ternak Warga

Pada tanggal 18 November, diduga kawanan dari Harimau Sumatera yang menewaskan Kuswanto (48) warga Desa Pulau Panas, kecamatan Tanjung Sakti, di Kabupaten Lahat,

Senin (18/11/2019) sekira pukul 20.00 WIB, satwa buas yang dilindungi tersebut terus mendekat dan meneror warga.

Bahkan, seekor kambing ditemukan mati diduga akibat diterkam.

Hal tersebut seperti dikatakan Camat Tanjung Sakti Pumi, Lahat, Awang Firmansyah. Dikatakan Awang, ia mendapat informasi ada seekor kambing milik Marlian, mati. Diduga matinya kambing tersebut akibat diterkam harimau.

“Ya informasi tadi malam jam 20.00 wib,di dusun II,laporan warga harimau masuk kandang kambing milik Marlian,”terangnya.

Kejadian tersebut juga dibenarkan Kepala BKSDA II Lahat, Martialis. Menurutnya, ada bekas gigitan pada kambing milik warga dan diduga kuat itu bekas gigitan harimau.

Diterangkan Martialis, keberadaan harimau di pemukiman warga sangat dimungkinkan lantaran jarak pemukiman dengan wilayah hutan lindung hanya berjarak 600 meter.

21 November, Polda Keluarkan Surat Larangan Berkemah

Akibat memanakan dua korban dan mencuri heman ternak, Polda Sumsel mengeluarkan surat imbauan agar Pemkab Pagaralam mengeluar surat perintah larangan berkemah di areal Gunung Dempo.

Surat dengan Nomor : B/41/X1/TIK.1.5./2019 tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Pagaralam. Dalam surat tersebut Kapolda memerintahkan Pemkot Pagaralam untuk melarang aktivitas menginap/berkemah diseputran tempat wisata Tugu Rimau sampai situasi dalam keadaan aman.

Dikarenakan adanya Harimau yang berkeliaran disekitar Tugu Rimau. Sehingga membahayakan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke tempat Wisata Tugu Rimau tersebut.

Mendapat surat ini, pihak Pemkot Pagaralam langsung merespon dengan memantau langsung pihak BKSDA Lahat untuk memantau kondisi terkini kawasan Tugu Rimau apakah masih ada Harimau yang berkeliaran di kawasan tersebut.

“Kita sudah meminta bantuan pihak BKSDA Lahat untuk memantau langsung lokasi Tugu Rimau. Kita meminta mereka menyisir kawasan Tugu Rimau untuk mengetahui apakah masij ada jejak dan Harimau tersebut,” ujar Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni.

Untuk sementara Pemkot Pagaralam mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk berhati-hati saat melintas atau berkunjung dikawasan Gunung Dempo.

“Kita akan menunggu reales dari pihak BKSDA untuk bisa menyatakan apakah kawasan wisata Gunung Dempo sudah aman dari ancaman Harimau. Jadi untuk sementara masyarakat dan wisatawan harus waspada,” imbaunya.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIk MH melakukan peninjauan langsung kelokasi Tugu Rimau bersama sejumlah anggota Polres Pagaralam, Rabu (20/11/2019) kemarin.

“Kami sudah melakukan peninjauan langsung kelokasi Tugu Rimau. Namun kita tidak bisa memastikan jika saat ini kondisi disana aman atau tidak dari ancaman Harimau. Pasalnya yang bisa memberikan kepastian tersebut setelah pihal BKSDA selesai melakukan pekerjaannya,” ujarnya.

27 November Temukan Jejak Lagi

Sejak hebohnya penampakan Harimau dikawasan awisata Kebun Teh Gunung Dempo. Ditambah lagi adanya korban meninggal akibat diterkam Harimau dikawasan Desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI beberapa waktu lalu.

Hal ini membuat pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lahat langsung menerjunkam tim untuk melakukan penyelusuran keberadaan Harimau Sumatera yang mulai berkeliaran tersebut.

Bahkan pihaknya telah memasang sejumlah perangkap untuk menangkap Harimau yang mulai meresahkan warga Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat tersebut.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Rabu (27/11/2019) menyebutkan, sampai saat ini tim BKSDA Lahat masih terus melakukam patroli dikawasan penemuan jejak dan penampakan harimau tersebut.

Petugas BKSDA Lahat, Martialis mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih terus menyusuri keberadaan Harimau Sumatera yang sempat menteror warga Kecamatan Tanjung Sakti PUMI dan Kota Pagaralam.

“Kita sampai saat ini terus melakukan penyelusuran jejak kaki Harimau mulai dari kawasan Gunung Dempo dan Kawasan Kecamatan Tanjung Sakti PUMI,” ujarnya.

29 November Muncul di Rimba Candi

Meski tidak menelan korban, lagi-lagi harimau sumatera ini melakukan teror.

Kemunculan Harimau dikawasan Desa Rimba Candi Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagaralam mulai membuat warga khawatir. Pasalnya hewan buas tersebut sudah mulai masuk permukiman warga.

Hal ini tampak dari bekas jejaknya yang terdapat dikawasan permukiman warga. Bahkan tidak hanya itu dikabarkan warga sekitar memang sudah melihat keberadaan Harimau tersebut. Melihat kondisi ini warga langsung melaporkan hal tersebut kepihak Polres Pagaralam.

Informasi yang dihimpun sripoku.com, Jumat (29/11/2019) menyebutkan, menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIk MH langsung terjun kelokasi bersama sejumlah anggota.

Dikatakan Kapolres, pihaknya usai mendapat laporan langsung kelokasi untuk berdialog langsung dengan masyarakat terkait laporan adanya harimau dikawasan Desa Rimba Candi tersebut.

“Saya bersama anggota langsung menuju lokasi desa Rimba Candi dan berdialog dengan masyarakat. Saya meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemunculan Harimau tersebut,” ujarnya.

Kapolres juga telah melakukan koordinasi dengan pihak BKSDA untuk melakukan langka-langka terkait kembali munculnya binatang langka tersebut.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA dalam menindaklanjuti teror Harimau ini,” katanya.

Kapolres juga telah mengambil langka pencegahan adanya korban dengan patroli Dialogis bersama masyarakat.

“Kita memberikan himbauan dan menyampaikan tips bagaimana menghindari dan menghadapi Harimau jika tiba-tiba binatang tersebut muncul,” ungkapnya ketika itu.

1 Desember 3 Harimau Menampak Diri

Minggu (1/12/2019) menyebutkan warga tersebut tidak hanya melihat satu Harimau saja namun ada tiga Harimau sekaligus yang melintas tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Pungki (27) warga Pematang Bango membenarkan jika ada warga mereka yang melihat langsung penampakan harimau tersebut sedang berkeliaran dikebun kopi milik warga Desa.

“Benar sekali ada tiga Harimau yang terlihat sedang berkeliaran dikebun warga tepatnya dikawasan Talang Subuk dan Talang Ayek Cawang kelurahan Curup Jare Kota Pagaralam,” ujarnya saat dihubungi sripoku.com.

Bahkan saat ini warga telah menuju lokasi bersama pihak berwajib untuk melihat langsung Harimau tersebut.

Warga mendatangi lokasi untuk mengusir Harimau tersebut agar tidak mendakati kawasan permukiman warga.

“Sudah pulauhan warga menyisir kawasan penampakan Harimau tersebut. Tampak jelas jejak kaki harimau yang masih baru dikawasan tersebut. Namun Harimaunya belum terlihat,” katanya.

Warga sengaja mendatangi lokasi penampakan Harimau tersebut, pasalnya warga takut Harimau tersebut masuk permukiman. Kondisi ini mengingat lokasi penampakannnya sudah tidak jauh lagi dengan permukiman warga.

“Kami berusaha mengusirnya untuk kembali ke Habitatnya yaitu Hutan Lindung dikawasan Gunung Dempo. Kami takut jika tidak diusir dia akan masuk permukiman warga dan membahayakan warga,” ungkapnya.

Adanya informasi penampakan Harimau dikawasan tersebut telah beredar luas dimedia sosial. Kondisi ini membuat warga memperingati untuk sementara waktu tidak kekebun, sedangkan bagi yang sudah dikebun diinformasikan segera pulang dan waspada.

Benarkah ketiga harimau ini, adalah gabungan dari harmau yang sudah meneror warga di kawasan Pagaralam dan Lahat, bahkan sudah menerkam Kuswanto hingga tawas dan seorang wisatawan aal Sekayu.

Hingga kini belum diketahui secara jelas, namun diduga harimau ini berkeliaran karena habitatnya mulai terganggu di kawasan Hutan Lindung di kawasan Gunung Dempo.

Kepercayaan warga akan Puyang Raje Nyawe

Kemunculan beberapa kali hewan buas Harimau Sumatera dibeberapa daerah di Kota Pagaralam dan sekitarnya terus menjadi pembahasan masyarakat Pagaralam.

Banyak spekulasi yang muncul dikalangan masyarakat tentang mulai turunnya Harimau yang juga biasa disebut oleh masyarakat Pagaralam dengan sebutan Nenek Gunung tersebut. Ada yang mengatakan bahwa kemunculan Harimau tersebut karena habitat asli mereka sedang terganggu.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa kemunculan Nenek Gunung tersebut karena sudah kotornya atau telah banyaknya perbuatan maksiat yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dikawasan Gunung Dempo.

Bahkan hari ini beredar video yang diunggah oleh akun Facebook Pagaralam_insta. Dalam video tersebut tampak seorang wanita paruh baya yang mengatakan bahwa kemunculan Herimau tersebut merupakan jelmaan dari Nenek Moyang Pagaralam yaitu Puyang Raje Nyawe.

Puyang Raje Nyawe meminta penguasa Kota Pagaralam dapat segera membersihkan tempat tinggal para Puyang tersebut dengan menyembelih 17 ekor kambing atau satu ekor kerbau. Permintaan tersebut harus dilaksanakan sebelum 7 hari kedepan.

Video ini menuai pro dan kontak dikalangan masyarakat Pagaralam terutama pengguna media sosial Facebook dan Instagram. Berbagai komentar muncul dalam halaman postingan tersebut.

seperti komantar dari akun Nila Matsuri yang berkomentar “jgn syrik masalah harimau ngamuk wajar krn kehidupan mrk terganggu, same manusie juge kalu kehidupannya diganggu ngamuk pule, jangan disangkutkan dengan yang aneh2, jatuhe syirik.

lain halnya dengan komentar dari akun Delva Riski Aulia yang menuliskan komentar “Maaf sebelum e,kite memang boleh percaye dgn hal2 mistis luk ini soale die memang ade dan hidup kite memang berdampingan ngai mahluk halus ni,kite harus saling menghormati satu sama lain antara mahluk ciptaan Allah termasuk yg di alam Gaib ni,anye jangan sampai kite tertipudaya li setan dengan nuruti kendak die nak mintak ini itu,terus kite turuti,itu same bae kite nyekutuka tuhan. Lebih percayelah kekuasaan setan di banding kekuasaan allah”.

Hanya dalam waktu 2 jam saja postingan akun Pagaralam_Insta tersebut sudah di sukai sebanyak 426 dan dibagikan sebanyak 556 kali. Sedangkan yang berkomentar sebanyak 269 komentar.

Menyikapai hal ini, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni angkat bicara, pihaknya dalam hal kemunculan Harimau di Kota Pagaralam ini percaya pada pihak BKPSDA yang merupakan pihak yang memiliki kopeten dalam hal tersebut.

“Kami tetap mempercayai keterangan dari pihak BKPSDA bahwa Harimau yang muncul di Pagaralam ini merupakan Harimau Sumatera. Hal ini dibuktikan dengan alat pengukur jejak kaki milik pihak BKSDA,” ujarnya.

Namun terkait adanya video yang menyatakan bahwa ada puyang marah dan meminta disembelihkan 17 Kambing, walikota tidak terlalu menyikapi. Namun Pemkot Pagaralam tetap akan menyembelih satu ekor kambing dengan niat sedekah Tolak Balak.

“Kita akan mengadakan sedekah tolak balak dengan menyembelih satu ekor kambing. Sedekah tolak balak ini biasa dilakukan masyarakat Pagaralam usai ada kejadian balak seperti kemarin adanya wisatawan yang dicakar oleh Harimau,” jelasnya. Artikel ini telah diterbitkan oleh https://palembang.tribunnews.com/2019/12/01/3. (**KH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *