RadarSumsel.com- OGAN ILIR. Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Hj. Eva Susanti, menggelar dialog bersama Presiden Mahasiswa Raymond A Prayoga dan jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Al-Quran Ittifaqiah (UQI) Indralaya dalam rangka menyerap aspirasi generasi muda terkait berbagai persoalan kerakyatan. (5/5/26)
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan dialogis ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah isu krusial, di antaranya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang dinilai semakin menyulitkan masyarakat kecil, kondisi infrastruktur jalan yang banyak mengalami kerusakan, serta keberadaan hewan berkaki empat yang kerap berkeliaran di jalan raya dan membahayakan pengguna jalan.
Presiden Mahasiswa, Raymond A Prayoga, menegaskan bahwa persoalan-persoalan tersebut bukan hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menyangkut keselamatan publik dan keadilan distribusi sumber daya. Ia berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah melalui peran representasi DPD RI.
Menanggapi hal tersebut, Eva Susanti menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan di tingkat nasional. Ia menilai bahwa persoalan kelangkaan BBM subsidi merupakan isu struktural yang membutuhkan pengawasan ketat dalam distribusi agar tepat sasaran, sesuai dengan prinsip keadilan sosial.
“Masukan dari mahasiswa ini sangat berharga. Permasalahan seperti BBM subsidi, infrastruktur jalan, hingga ketertiban hewan ternak di ruang publik merupakan persoalan nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Ini akan kami dorong dalam fungsi pengawasan dan advokasi di DPD RI,” ujar Eva Susanti.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan. Jalan yang rusak, menurutnya, menjadi indikator perlunya evaluasi terhadap perencanaan dan pengawasan pembangunan daerah.
Selain merespons aspirasi, Eva Susanti juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas, idealisme, serta terus meningkatkan kapasitas akademik di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang.
“Mahasiswa harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kebenaran dengan tetap menjaga etika, integritas, dan kualitas intelektual. Prestasi akademik harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial,” tegasnya.

Dialog ini mencerminkan sinergi antara wakil daerah di tingkat pusat dengan kalangan akademisi dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif.
Aspirasi yang disampaikan tidak hanya menjadi bentuk partisipasi politik mahasiswa, tetapi juga kontribusi nyata dalam mendorong kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan, demi terwujudnya pembangunan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Sumatera Selatan.


Comment