Radar Sumsel –Palembang – Presiden Joko Widodo menyinggung soal
penyelewengan dana desa. Bahkan Jokowi menyebut ada ratusan kepala desa di
Indonesia yang ditangkap polisi karena perkara itu.
“Ada lebih dari 900 kepala desa yang ditangkap gara-gara dana desa, tapi
itu dari 7.400 (kepala desa). Ada yang ‘belok’, kita tidak tutup mata,”
ucap Jokowi kepada wartawan selepas menghadiri acara pembagian sertifikat tanah
di Lapangan Merdeka Kerkof, Tarogong Kidul, Garut, Selasa (17/10/2019).
Namun Jokowi menjelaskan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya,
banyak juga penyaluran dana desa yang telah tepat sasaran. “Tapi dari
survei yang kita lakukan, banyak yang tepat sasaran. Memang perlu
diperbaiki,” katanya.
Jokowi menjelaskan, dalam penyaluran dana desa, seharusnya masyarakat diajak
memusyawarahkan hal tersebut. Keterlibatan masyarakat soal penyaluran dana desa
dinilainya sangat penting.
“Seluruh masyarakat harus diajak bicara. Dana itu dipakai untuk apa,
dimusyawarahkan dalam forum desa. Mau dipakai bangun irigasi dan jalan desa,
silakan. Paling penting harus produktif,” tutur Jokowi.
Guna meningkatkan efektivitas penyaluran dana desa, Jokowi mengimbau
masyarakat ikut mengawasi proses penyaluran dana desa. Bukan hanya pemerintah
yang bertugas dalam mengontrol dana desa.
“Mungkin pemerintah pusat, provinsi, daerah mengikuti begitu banyak desa,
(tapi) kontrol dan pengawasan yang baik adalah dari masyarakat,” tegas
Jokowi.
Artikel ini telah ditayangkan oleh https://news.detik.com dengan judul “Ada 900 Kades Ditangkap, Jokowi Minta Warga Ikut Awasi Dana Desa”
(**ZRQ)


Comment