RadarSumsel.com-Palembang. Reno Kurniawan merupakan salah satu potret pemuda daerah yang berhasil meniti jalan pengabdian melalui perjuangan sosial dan advokasi masyarakat. Pemuda kelahiran Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, 12 April 1992 ini dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil, khususnya petani dan kelompok rentan di Sumatera Selatan.

Terlahir dari keluarga petani desa, Reno—yang akrab disapa Eno—memulai perjalanan hidupnya dengan merantau ke Kota Palembang. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam membentuk karakter dan orientasi perjuangannya. Di kota ini, Reno berani membuka ruang pergaulan dengan berbagai kalangan aktivis, akademisi, dan pegiat sosial, yang memperluas wawasan serta kesadarannya terhadap persoalan struktural yang dihadapi masyarakat pedesaan.
Jejak aktivisme Reno mulai dikenal luas ketika ia terlibat langsung dalam pendampingan petani yang menghadapi konflik agraria. Salah satu perjuangan penting yang pernah dilakukannya adalah mendampingi petani di Kabupaten Lahat yang lahannya diduga diserobot oleh perusahaan perkebunan. Dalam proses tersebut, Reno aktif mengadvokasi hak petani, memfasilitasi dialog, serta menguatkan kesadaran hukum masyarakat agar berani memperjuangkan hak atas tanah sebagai sumber penghidupan utama.
Komitmen Reno terhadap isu reforma agraria semakin nyata ketika ia bergabung dengan KRASS (Konsorsium Reforma Agraria Sumatera Selatan). Melalui wadah ini, Reno terlibat dalam berbagai kegiatan advokasi, kajian, dan pendampingan masyarakat yang berfokus pada keadilan penguasaan tanah, perlindungan petani, serta penyelesaian konflik agraria secara berkeadilan dan berkelanjutan.
Sejak tahun 2019 hingga 2025, Reno Kurniawan dipercaya menjadi Staf Khusus Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Hj. Eva Susanti. Dalam peran tersebut, Reno berkontribusi dalam kerja-kerja politik kebijakan yang berpihak pada masyarakat, menjadi penghubung aspirasi rakyat dengan lembaga perwakilan, serta aktif dalam penguatan isu-isu daerah agar mendapat perhatian di tingkat nasional.
Meski berkiprah di Palembang dan lingkup nasional, Reno tetap menjaga kedekatan emosional dan intelektual dengan para aktivis serta pemuda di Kabupaten Banyuasin. Ia kerap terlibat dalam diskusi dan pembahasan berbagai persoalan daerah, khususnya isu perairan yang menjadi karakteristik dan tantangan utama wilayah Banyuasin. Bagi Reno, isu lingkungan perairan, nelayan, dan masyarakat pesisir merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang tidak boleh diabaikan.
Perjalanan Reno Kurniawan menunjukkan bahwa latar belakang sebagai anak petani desa bukanlah hambatan untuk berkiprah dan berkontribusi luas. Dengan keberanian, konsistensi, dan kepedulian sosial, Reno membuktikan bahwa pemuda daerah dapat menjadi agen perubahan yang menjembatani kepentingan masyarakat akar rumput dengan kebijakan publik, demi terwujudnya keadilan sosial dan pembangunan yang berkelanjutan di Sumatera Selatan.


Comment