by

Menejelang Rahmadhon Minyak Goreng Masih Langka dan Mahal, Eva Susanti Anggota DPD RI Terus Bersuara

RadarSumsel.com. PALEMBANG. Menjeleng bulan suci Rahamadhan kondisi minyak goreng di pasaran masih langka dan harganya belum sesuai dengan kebijakan pemerintah per liter Rp. 14.000 menyebabkan antrian panjang untuk dapat jatah 1 Kg, permasalahan ini banyak  dikeluhkan oleh masyarakat, umumnya di Sumatera Selatan.

Eva Susanti Anggota DPD RI Dapil Sumsel. Merespon keluhan masyarakat dengan mengatakan kami tidak akan pernah berhenti bersuara untuk terus mendesak pemerintah mencari solusi menghadapi langkanya minyak goreng di pasaran.  Senin, 07/03/2022

“Pemerintah harus segara bertindak cepat dan tepat dengan melibatkan seluruh instansi dan lembaga pemerintah mulai dari menteri, kepala daerah pihak kepolisian, pihak swasta terutama pihak Bulog” Ujarnya

Masyarakat tidak boleh disusahkan karena sembako dan minyak goreng, ini menyangkut hajat hidup rakyat. Pemerintah harus bertindak cepat dalam mengambil tindakan tepat. Lebih dari itu juga, kita harus melindungi para kelompok UMKM yang bahan pokok usahanya tergantung minyak goreng. Kalau kelompok usaha kecil banyak yang gulung tikar tentu ini akan menjadi masalah sosial baru.

Lebih lanjut Senator Cantik itu mengatakan. Saya sangat terenyuh menyaksikan lewat medsos para ibu-ibu mengantri di mini market berdesakan dengan dorong-dorongan sampai ricuh, ini dikhwatirkan akan menjadi kluster baru penyebaran virus covid.

Kondisi ini tidak boleh berlarut-larut, karena kelangkaan dan masih mahalnya minyak goreng sudah berdampak pada sektor lain di bidang ekonomi, stabilitas pertumbuhan kelompok UMKM, juga persoalan kerumuman masyarakat mengantri yang tidak terkendali, kita masih berperang melawan virus Covid. Tegas Eva Susanti saat dihubungi lewat Telphon

Saya berharap agar kita semua pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak swasta pengusaha di bidang kelapa sawit hulunya sampai hilirisasi produksi minyak goreng untuk dapat duduk bersama memetakan masalah dan mencari solusi terhadap persoalan ini. Tutup Eva Susanti

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *