by

M Sigit Muhaimin: “Ilegal Drilling” Langgar Hukum, Kapolda Sumsel Harus Usut Tuntas Dalangnya

-Sumsel-80 views

RadarSumsel.com, Palembang Praktik pengeboran minyak ilegal (ilegal drilling) masih tetap marak terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), Hal tersebut menjadi perhatian banyak kalangan, tak terkecuali Advokat dan pengamat hukum M. Sigit Muhaimin.

Jelas itu (ilegal driling) merupakan tindakan kriminal. Praktik illegal drilling pada ratusan sumur minyak di Muba juga berpotensi merugikan negara karena pengeboran dilakukan di dalam perut bumi yang merupakan milik negara”. Ujar Sigit

“Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan harus bertindak tegas untuk mengusut praktik pengeboran minyak ilegal (illegal drilling) di Musi Banyuasin dan mengusut tuntas siapa dalang dibalik praktik ilegal driling ini. Hukum harus ditegakkan walau langit akan runtuh”.tegasnya.

Lebih lanjut Sigit mengatakan “persoalan ini (ilegal driling) tak boleh dibiarkan terjadi lagi, Selain membahayakan para penambang dan juga masyarakat sekitar, ilegal driling juga mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat limbah minyak yang tumpah.

“Beberapa menimbulkan korban jiwa. Seperti yang terjadi pada tanggal 9 September 2021 lalu, yang mengakibatkan tiga penambang meninggal dunia. Kemudian tanggal 5 Oktober dan yang terbaru tanggal 11 oktober 2021 kemarin di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA), yang menyebabkan ledakan dahsyat dan menimbulkan kebakaran besar”. katanya

Pengamat Hukum dan Praktisi Hukum menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi, dalam pasal 52 disebutkan bahwa para pelaku pengeboran minyak ilegal dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar.

“Selain itu, tindakan illegal drilling juga bisa melanggar pasal 98 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”. kata Sigit

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *