by

Teror Harimau, BKSDA dan Dishut Saling Salah

-Sumsel-126 views

Radar Sumsel. LAHAT _Sudah Empat nyawa manusia sudah melayang, akibat serangan harimau. Namun, belum ada tindakan nyata dari BKSDA maupun Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Sumsel. Bahkan, kedua pihak tersebut masih saling lempar tanggungjawab ditengah ketakutan masyarakat Kabupaten Lahat, Pagaralam dan Muara Enim.

Minggu (22/12), potongan Asfani alias Aswadi (57), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, ditemukan bercerai berai diduga dimangsa harimau. KPH Wilayah XI Kikim Pasemah, Dinas Kehutanan Sumsel mengakui peristiwa serangan harimau masuk dalam kewenangan KPH.

“Hewannya itu tugas penuh BKSDA, bukan tugas kita. Selama ini kita terus memantau, anggota juga diterjunkan ke lapangan,” kata Kasubag TU UPTD KPH Wilayah XI Kikim Pasemah Dishut Sumsel, Suharno, saat menggelar pertemuan dengan Bupati, DPRD, dan BKSDA, di Opsroom Setda Lahat, Senin (23/12).

Hanya saja, pernyataan KPH tersebut lansung dibantah perwakilan BKSDA Wilayah ll Lahat, Wahid. Menurutnya, hutan lindung beserta isinya menjadi tanggung jawab KPH.

“Itu kan wilayahnya KPH, jadi kita tidak bisa apa-apa, jika hewan itu berada di kawasan hutan lindung,” kilahnya.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH menyesalkan sikap saling lempar tanggungjawab dari dua institusi tersebut. Padahal kondisi ditengah masyarakat sudah tidak kondusif. Cik Ujang menginginkan, KPH atau pun BKSDA bertindak bukan mencari kambing hitam atas masalah tersebut.

“Selama ini KPH atau pun BKSDA hanya laporan jumlah petugas saja, tidak ada tindakan nyata. Macan membunuh manusia ini kan tidak ada hukumnya, sedangkan manusia membunuh macan kan ada hukumnya,” sesal Cik Ujang.

Wakil Ketua DPRD Lahat, Gaharu juga menyesalkan sikap KPH dan BKSDA yang masih saling menyalahkan. Gaharu mengatakan, jika hutan lindung itu tugas Dinas Kehutanan, hewan tugas BKSDA, semua sudah tahu sekarang. Seharusnya yang dihadirkan merupakan orang yang bisa ambil keputusan.

“Tujuan pertemuan untuk mencari solusi, bukan mala mendengarkan pertengkaran antara BKSDA dan KPH. Bagaimana petani bisa kembali berladang, anak-anak bisa sekolah, masyarakat bisa tenang,” kata Gaharu.

Rapat koordinasi tersebut berakhir dengan pernyataan akan dibuat tim satgas, dengan sementara ini mengkaji ulang langkah apa saja yang bakal digunakan untuk menghentikan teror harimau.

Artikel ini telah ditayang https://www.detiksumsel.com dengan judul  Sudah Empat Manusia Tewas Diterkam Harimau, BKSDA dan Dishut Saling Salah

(**ZRQ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *