by

GAJAH NGAMUK DI PERMUKIMAN WARGA KECAMATAN AIR SUGIHAN , WARGA DAN AKTIVIS DEMO TUNTUT GUBERNUR SUMSEL BERTANGGUNG JAWAB

RadarSumsel.com, Palembang – Organisasi Rakyat Sipil Indonesia (ORASI) dan Ikatan Keluarga Besar Air Sugihan (IKBAS) mendesak Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru untuk turut bertanggung jawab dalam menyelesaikan konflik gajah liar dan warga di Air Sugihan.

“Kami Mendesak Gubernur Sumsel bertanggung jawab atas konflik gajah liar dan warga yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumsel,” kata Koordinator Aksi Ki Mus di Halaman Kantor Gubernur Kamis, (13/04/2023).

Lebih lanjut, Menurut Ki Mus. Dalam orasinya mempertanyakan keluar nya kawanan gajah itu menandakan ada yang salah dari pengelolaan hewan yang dilindungi ini, masihkah ada habitat gajah ini, bagaimana tanggungjawab perusahaan dalam hal ini PT Bumi Andalas Permai (BAP) juga PT APP Sinarmas, apalagi perusahaan pengelolaan kayu akasia itu akan meningkatkan produksi dari awal 2 juta ton per tahun menjadi 7 juta ton per tahun, bagaimana dampak pada satwa, bagaimana dampak lingkungan yang ditimbulkan, bila terbukti perusahaan melakukan kesalahan dalam kewajiban menyediakan area konservasi maka harus ditindak tegas, cabut izin perusahaan ” Kata aktivis Orasi tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Pandji Tjahjanto menjelaskan, pihak Pemprov Sumsel sudah melakukan rapat bersama asosiasi pada intinya akan mengupayakan penghalauan gajah masuk ke permukiman warga.

“Warga dari Air Sugihan demo di Kantor Pak Gub yang intinya mereka meminta ada tindakan terkait adanya satwa gajah yang masuk ke lahan dan permukiman mereka. Kami sudah rapat dengan teman teman asosiasi, intinya bahwa nanti tim dari Dinas Kehutanan, BKSDA, Perusahan Sinar Mas sama KPH Sungai Lumpur nanti kelapangan untuk bersama sama melakukan upaya penghalauan gajah,” jelas Pandji

Pandji menambahkan, Dari hasil mediasi dengan dinas Kehutanan juga kepala KSDAE provinsi Sumatera selatan disepakati hari sabtu tanggal 15 april tim gabungan dari provinsi akan turun memenuhi tuntutan masa”, terangnya

“Di Air Sugihan ada 3 lokasi desa, sudah disusun langkah langkah selanjutnya. Langkah jangka menengah dan jangka panjang intinya akan membuat tanggul kemudian menanami tanaman yang tidak disukai oleh gajah dan langkah pembuatan pos di beberapa lokasi, ini sedang mencari lahan untuk posko jadi kerja sama antara BKSDA Sinarmas dan Dinas. Hari Sabtu kami laporkan dengan pak gub untuk konkritnya hari Sabtu nanti sudah konkrit,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *