by

Ketum KOHATI Palembang Rifana Silfa, Meminta Pemerintah Menyelesaikan Krisis Minyak Goreng

RadarSumsel.com-PALEMBANG. Kelangkaan dan tidak menentunya harga minyak goreng di pasaran sudah sampai pada pase yang menghawatirkan, masyarakat harus antri sampai berjam jam hanya untuk mendapatkan jatah 1 liter minyak goreng. Krisis minyak goreng menjadi perhatian serius bagi Korps HMI Wati Cab Palembang meminta agar ada solusi dan kebijakan tegas, tepat dan cepat dari pemerintah.

Rifana silfa mengatakan “Kami dari KOHATI Cabang Palembang terus melakukan kajian dan mendesak pemerintah pusat; Kementerian Perdagangan, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menko Prekonomian, Pemerintah Daerah agar ada langkah dalam bentuk kebijakan nyata mengatur alur produksi, distribusi minyak goreng supaya ada kepastian minyak goreng sampai di tangan konsumen tersedia di pasaran” Rabu 09/03/2022

Rakyat kita sudah lelah dengan kondisi saat ini, kita semua harus betanggung jawab atas persoalan rakyat, terutama berkenaan dengan kebutuhan pokok. Pemerintah baik eksekutif dan legislatif serta lembaga vertikal lainnya agar dapat memberikan kepastian dan jaminan untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat.

Karena tugas utama pemerintah dan negara menjamin ketersediaan pangan bangi rakyat. Harusnya masalah krisis minyak goreng ini sudah dapat di proyeksikan dan dihitung dengan pendekatan teori Produksi, Distribusi dan Konsumsi masyakat serta adanya pengawasan dan pengendalian pasar sehingga tidak terjadi kelangkaan minyak goreng dalam jangka waktu yang lama. Tegas Rifana Mahasiswi Fakultas Hukum Unsri

Lebih lanjut Perempuan asal Kab. OKI itu menuturkan “Dalam pemikiran kami sebagai aktivis mahasiswa ada kejanggalan dan keanehan logika pemerintah yang lebih mengutamakan produksi hasil sawit hanya fokus Biodiesel B30 untuk bahan bakar solar yang berasal dari campuran minyak sawit. Ini harusnya dipertimbangkan kembali jangan sampai karena bisnis Biodisel harus mengorbankan kebutuhan pokok masyakat akan minyak goreng”

Kami dari KOHATI mendesak pemerintah agar dapat mengkaji lebih mendalam dan sistematis dalam membuat kebijakan pengelolaan hasil sawit untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok masyakat, saat ini gejolak rakyat sudah mulai terlihat. Antrian di pusat perbelanjaan dan mini market, berdesakan untuk meperebutkan minyak goreng 1 liter. Ini sangat memilukan dan berpotensi menjadi klaster baru penularan Covid.  Pungkas Rifana   

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *