by

Membangun Karakter Bangsa: Eva Susanti Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

RadarSumsel.com-Palembang. Anggota MPR RI dari DPD RI, Eva Susanti, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang kali ini menyasar masyarakat pinggiran Kota Palembang. Kegiatan berlangsung di Jalan KH. Wahid Hasyim, Lorong Terusan 1, RT 43 RW 12, Gang Keluarga (15/3/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan karakter kebangsaan masyarakat di wilayah pinggiran yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Dalam sambutannya, Eva Susanti menegaskan bahwa pembangunan karakter bangsa tidak dapat dilepaskan dari pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan.

Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, merupakan landasan utama dalam membentuk kepribadian masyarakat yang berintegritas, taat hukum, toleran, serta berorientasi pada kepentingan bersama.

“Pembangunan karakter bangsa harus dimulai dari masyarakat paling bawah, termasuk di wilayah pinggiran kota. Ketika nilai-nilai kebangsaan tertanam kuat di tingkat masyarakat, maka ketahanan nasional juga akan semakin kokoh,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah keberagaman sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, harmoni sosial hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu membangun komunikasi yang inklusif, saling menghargai, serta mengedepankan semangat kebersamaan.

Selain itu, Eva Susanti mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai instrumen sosial dalam memperkuat solidaritas. Nilai gotong royong dinilai tidak hanya relevan dalam konteks budaya, tetapi juga sebagai strategi efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya ketaatan terhadap hukum sebagai bagian integral dari karakter bangsa. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjaga keluarga dan generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial seperti perjudian online, penyalahgunaan narkoba, serta tindak kejahatan lainnya yang dapat merusak masa depan bangsa.

“Keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak. Pengawasan, pendidikan nilai, serta keteladanan dari orang tua sangat penting agar generasi muda tidak terjerumus pada praktik-praktik yang melanggar hukum dan norma sosial,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan pentingnya menumbuhkan nilai tenggang rasa dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi terciptanya hubungan sosial yang harmonis. Sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta kemampuan menempatkan diri dalam kehidupan sosial dinilai menjadi kunci dalam mencegah konflik di tengah keberagaman.

Di sisi lain, Eva Susanti juga menekankan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, aman, dan nyaman. Menurutnya, lingkungan yang tertata dan sehat tidak hanya mencerminkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai kebangsaan.

“Menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan rasa aman, dan membangun suasana damai adalah tanggung jawab bersama. Ini merupakan wujud nyata dari karakter bangsa yang beradab dan berbudaya,” tambahnya.

Para peserta yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Diskusi interaktif yang berlangsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta memperdalam pemahaman terkait implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya peran masyarakat dalam menjaga persatuan, menciptakan lingkungan yang damai, serta memperkuat rasa kebangsaan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari penguatan karakter bangsa melalui penerapan nilai-nilai Empat Pilar, menjaga persatuan dan kesatuan, meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat tenggang rasa, serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan damai dengan semangat gotong royong.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *