by

Dalami Kasus Korupsi PUPR, KPK Periksa Istri Bupati Nonaktif Dodi Reza Alex Noerdin

-Sumsel-124 views

RadarSumsel.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa istri Bupati Non Aktif Kabupaten Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Erini Mutia Yufada dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin.

Senin, 25 Oktober 2021″Bertempat di Gedung KPK Merah Putih, tim penyidik telah memeriksa saksi untuk tersangka HM dkk yaitu Erini Mutia Yufada, swasta atau istri Bupati Musi Banyuasin,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 26 Oktober 2021, dikutip dari Antara.

“Erini diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Herman Mayori (HM), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin”, ungkapnya

Selain itu, kata Ali, ” Penyidik ​​​​​juga mendalami kesaksian Erini terkait dengan penghasilan suaminya sebagai bupati. Selain itu juga di dalami adanya dugaan beberapa pertemuan yang dihadiri oleh saksi tersebut,” kata Ali.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Alex Noerdin bersama 3 orang lainnya menjadi tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur. Sabtu (16/10/2021).

Ke empat tersangka tersebut yakni Dodi Reza Alex (DRA) Bupati Bupati Musi Banyuasin 2017-2022, Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin
Eddi Umari (EU) PPK Dinas PUPR Musi Banyuasin dan Suhandy (SUH) swasta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara

Atas dugaan tindak pidana tesebut, Dodi, Herman, dan Eddi yang disangka menerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Suhandy disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(**AD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *