by

Aktivitas LSM-PS Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa untuk Program Pembangunan Lapangan Futsal

-Sumsel-1,111 views

RadarSumsel.com, OKI – Pembangunan lapangan futsal yang berada di Desa Srijaya Baru Rt 01 Rw 01, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan dipersoalkan oleh Aktivis LSM-Putra Sriwijaya, pasalnya pembangunan Tersebut menelan anggaran terbilang cukup besar dan tidak sesuai dengan kondisi bangunan.

Diketahui pembangunan lapangan futsal tersebut merupakan program Dana Desa (DD) tahun 2018 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp. 139.009.200 (seratus tiga puluh sembilan juta sembilan ribu dua ratus rupiah)

Menurut Fendy, Ketua Tim Investigasi DPP LSM-PS (Putra Sriwijaya) mengatakan, pembangunan lapangan Futsal tersebut kondisinya sangat memprihatinkan, karena sudah alami retak bahkan di tumbuhi rerumputan.

“Pembangunan Lapangan futsal tersebut sudah banyak retak-retak dan banyak ditumbuhi rumput, bangunan tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan, hal ini tidak sembanding dengan dana yang dihabiskan,” jelas Fendy.

Lebih lanjut kata Fendy, telah dilaporkan kepada Kepala Desa Srijaya Baru yaitu bapak Tamuji ke Polres Kabupaten Ogan Komering Ilir Unit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor), dengan surat No : 08 LSM-PS/MP/III/20 2021 tanggal 27/321.

Dirinya menduga adanya penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD),terkait pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana olaraga, TA. 2018 tersebut, mengingat jumlah anggaran yang cukup besar dan tidak sesuai dengan volume bangunan, temuan ini berdasarkan kajian dan investigasi di lapangan dari tim LSM – PS.

Selain itu, Fendy menambahkan bahwa pembangunan pelabuhan/rehabilitasi/peningkatan pelabuhan perikanan sungai kecil milik desa tahun 2019 pun tidak sesuai, mengingat pelabuhan yang tidak terlalu besar sedangkan anggarannya mencapai 107,1 juta, fakta di lapangan tampak seperti pos kamling belaka.

“Kami melakukan laporan ini berdasarkan hasil investigasi dilapangan dan telah melakukan hitungan dan kajian” kata Fendy sambil Sambil memperlihatkan bukti lapor pada Radar Sumsel.

Fendy mengatakan, laporan yang dirinya sampaikan ke Polres Kabupaten Ogan Komering Ilir tersebut mengacu pada Undang – undang dan Peraturan yang ada, 

“Yang pasti semua sudah kita tuangkan dalam berkas laporan kami, sesuai dengan fakta lapangan dan peraturan dan perundangan yang berlaku.” Terang Fendy saat diwawancarai wartawan di Kantornya pada Rabu, (29/9/21).

Saat ditanya berapa jumlah dugaan kerugian Negara atas dugaan tindak pidana Korupsi atas proyek pembangunan lapangan futsal   tersebut,  Fendy mengatakan, semua sudah dijabarkan dan uraikan diberkas laporannya, karena bukan Ranah kita untuk mengaudit jumlah kerugian negara dari bangunan tersebut.

Pihaknya berharap Polres Kabupaten Ogan Komering Ilir secepat mungkin menindaklanjuti laporannya “Kami berharap Tipikor Polres OKI harus bergerak cepat melakukan pengusutan, dan kami meyakini ada dugaan tindak pidana korupsi”, tutupnya.

Sementara itu, Sub/Unit Tindak Pidana Korupsi (Pidkor). Kabupaten Ogan Komering Ilir,  belum bisa dimintai keterangan, hingga berita ini tayang. (*Ars/Aw)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *