by

Yulian Gunhar; Sesuai Perintah UU Pemkab Muara Enim Wajib Serahkan Aset Kabupaten Pali

-Sumsel-520 views

RadarSumsel.com, Palembang- Anggota DPR RI asal Dapil Sumsel H Yulian Gunhar SH,MH, menyikapi belum diserahkannya aset Pemkab Pali sesuai denga UU No 7 tahun Tentang pembetukan Kabupaten Pali, salah satu pasal 14 ayat 3 didalam UU tersebut menyatakan bahwa; penyerahan Aset dan dokumen daerah pemekaran diserahkan paing lambat 3 tahun setelah pelantikan pejabat bupati.

Yulian Gunhar Anggota Fraksi PDI P menyayangkan sampai tiga tahun lebih, bahkan sudah delapan tahun Kabupaten Pali berdiri pemerintah Muara Enim belum juga memenuhi amanat UU tersebut, seperti belum diserahkannya Aset kerja sama Pemkab Muara Enim dengan PT Pemdas Agro Citra Buana yang bergerak dibidang perkebunan.

“Padahal berdasarkan letak geografis lahan perkebunan kelapa sawit, memang masuk di wilayah kabupaten Pali, tentu sangat membantu PAD Kabupaten Pali jika Aset itu diserahkan ke Kabuapten Pali” ditegas Gunhar kepada wartawan, Kamis(5/8).

Diberitakan sebelumnya, Ratusan masyarakat yang tegabung dengan Aliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa Peduli PALI menggelar aksi damai di depan kantor Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bilangan Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, Senin (02/08/2021).

Massa mendesak pemerintah daerah PALI untuk mengambil alih aset daerah yang masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim, tepatnya perusahaan kelapa sawit yang berada di Simpang Raja, Kecamatan Talang Ubi dengan luas 401 hektare, dan hasilnya belum masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI.

“Kami meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim secepatnya menyerahkan aset perusahaan daerah yang ada di Bumi Serepat Serasan, seperti aset perkebunan kelapa sawit yang dikelola PT Pemdas Agro Citra Buana atau Pemdas, Serta meminta untuk menghentikan izin Hak Guna Usaha PT Suryabumi Agro Langgeng dan menghentikan sementara keuntungan hasil kebun tersebut kepada pihak manapun, karena saat ini masih berstatus quo (Belum jelas dan pasti, red),” kata Yogi S Memet sebagai koordinator lapangan pada aksi tersebut.(**ARS)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *