by

Sidang Lanjutan Pilkada Muratara di MK, KPU Sebut Permohonan Syarif-Surian Tidak Jelas, Bawaslu Sebut Tidak Memenuhi Unsur Pelanggaran

-Politik, Sumsel-159 views

RadarSumsel.com_ MURATARA – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang lanjutan permohonan perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tahun 2020. 

Sidang kedua ini dengan agenda mendengar keterangan KPU, Bawaslu dan pihak terkait di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (1/2/2021).

Sidang yang dilakukan secara luring (manual) dan daring (online) ini dipimpin Hakim Konstitusi Aswanto, Suhartoyo dan Daniel Yusmic Pancastaki Foekh.


Sidang disiarkan secara langsung melalui channel youtube Mahkamah Konsitusi RI dengan judul Panel 2 MKRI, Sidang Perkara No. 16, 03/PHP.BUP-XIX/2021, Senin 1 Februari 2021.

Pantauan Tribunsumsel.com, sidang kedua ini berlangsung selama 36 menit dimulai pada pukul 17.01 WIB sampai dengan pukul 17.37 WIB.

KPU Kabupaten Muratara selaku termohon menyampaikan jawaban terhadap perkara yang diajukan pasangan calon Syarif Hidayat dan Surian Sofyan. 

KPU Muratara menyatakan Mahkamah Konstitusi tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutuskan perkara tersebut dikarenakan beberapa hal.

Pertama, berdasarkan hasil penghitungan suara sah akhir yang telah diputuskan KPU Muratara adalah sebesar 113.087 suara. 

Menurut termohon, nilai ambang batas perselisihan perolehan suara yang dapat diajukan ke Mahkahmah Konstitusi yaitu sebesar 2% dari total suara sah.

“Dua persen dari total suara sah tersebut adalah 2.262 suara, sedangkan selisih suara antara paslon nomor urut satu dan tiga sebesar 8.983 suara.” 

“Berdasarkan hal itu sudah sepantasnya Yang Mulia Mahkamah menolak permohonan pemohon,” kata KPU Muratara melalui kuasa hukumnya, Sri Lestari Kadariah. 

Dilanjutkan Sri Lestari, menurut termohon (KPU Muratara), pemohon (Syarif-Surian) tidak memiliki kedudukan hukum berdasarkan uraian sebelumnya.

KPU Muratara juga menilai permohonan Syarif-Surian tidak jelas dengan alasan dalam pokok perkara pemohon mendalilkan tentang tindakan KPU yang meloloskan pasangan Devi-Inayatullah. 


Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu Muratara terkait hal tersebut dinyatakan sudah sesuai dan telah diverifikasi, serta dikroscek secara langsung. 

“Kemudian beberapa laporan dari pemohon memang tidak dapat ditindaklanjuti Bawaslu karena tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan,” terang Munawir. 

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Sidang Lanjutan Pilkada Muratara di MK, KPU Sebut Permohonan Syarif-Surian Tak Jelas (**RQ)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *