by

Syarif HD Sang Bupati Muratara, Penyelamat Suku Anak Dalam

-Sumsel-264 views

foto sumateranews.co.id

RadarSumsel.com, Musi Rawas Utara (Muratara) —  Di tangan kepemimpinan Bupati Musi Rawas Utara H.M. Syarif HD Suku Anak Dalam (SAD) terselamatkan dengan program pembanguan rumah tinggal layak huni bagi keluarga Suku Anak Dalam, lebih dari itu permukiman yang dilengkapi fasilitas sekolah dan pusat kesehatan masyarakat.

Dizaman four point zero (Revolusi Industri) ini Suku Anak Dalam mulai terjepit kebutuhan hidup dan mereka terancam akan melakukan tradisi ‘melangun’ (Hidup Nomaden).

Menurut Lutfi pemuda dari Kec. Rupit Kab. Muratara, “sekarang serba sulit, hutan tempat mereka berburu untuk mencari makan mulai sempit karena pembukaan lahan perusahaan. Sementara warga Suku Anak Dalam bergantung dengan hutan”. (29/11/2020)

“Allhamdullillah semenjak 5 Tahun kepemimpinan bapak Syarif (Bupati Muratara) Suku Anak Dalam telah dibuatkan mess terkhusus untuk anak-anak Suku Anak Dalam  oleh pemda Muratara”. Ujar lutfi

Dikutip dari keterangan resmi Kemensos, bahwa mess dibangun Pemda Muratara sebagai shelter bagi anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang telah memasuki usia pendidikan dasar hingga kuliah.

“Di sini menjadi wahana atau kegiatan belajar mengajar baik informal maupun formal, bimbingan keterampilan pertanian, peternakan, dan kecakapan hidup. Saat ini mess ditempati 105 dari 320 anak yang ditargetkan untuk dididik dan dilatih. Sementara Pengasuh Mess berjumlah 10 orang yang bertugas melatih, membimbing, termasuk mengawasi keseharian aktifitas anak-anak dalam mess,” dikutip dari keterangan rilis, 2 Maret 2020.

 Rifani pemuda dari Kec. Rawas Ulu Kab. Miratara sekaligus aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengatakan “ mayoritas warga Suku Anak Dalam sekarang berprofesi sebagai pencari bondol sawit, berkebun, dan berburu hewan dihutan”. (29/11/2020)

Lima tahun belakangan ini “Pemda Muratara telah semaksimal mungkin melakukan pemberdayaan terhadap warga minoritas diwilayah Muratara, tradisi warga SAD yang masih mengandalkan hidup nomaden masih sulit dirubah, meskipun sebagain warga SAD sudah ada yang bermukim tetap”. Lanjut rifani

“Pemda Muratara telah membuat mess khusus untuk melakukan pembinaan terhadap anak anak SAD. Kondisi itu salah satu pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia diwilayah Muratara”. Ujar Rifani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *