by

FPPI Lakukan Pengawasan Ketat PPDB 2020 Untuk Peningkatan dan Kualitas Pendidikan

Radarsumsel.com – Front Peduli Pendidikan Indonesia (FPPI)  berkunjung  sekolah-sekolah di Sumatera Selatan khususnya kota Palembang  melakukan monitoring untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di Sumatera Selatan dalam hal ini melakukan pengawasan terhadap proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 SD-SMP-SMA-sederajat dan perguruan tinggi (PT).

Tentunya kedepan FPPI akan terus mengawal proses PPDB tersebut, selain itu FPPI juga tetap fokus terhadap 3 hal didalam dunia pendidikan:  pertama,  akan selalu mengawasi apabila ada dugaan penyimpangan dana pendidikan (APBN /APBD), kedua, dugaan pungli dan gratifikasi penerimaan siswa dan mahasiswa baru mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, dan ketiga, dugaan penggunaan  ijazah palsu.

“kami akan terus konsisten menjalankan fungsi dan peran pengawasan sebagai bentuk  transparansi didalam dunia pendidikan, dan kami akan selalu mengawasi apabila ada indikasi penyimpangan dana pendidikan (APBN/APBD), indikasi pungli PPDB dari SD sederajat higga Perguruan Tinggi tahun 2020, dan kami juga akan melakukan tindakan terhadap oknum yang diduga menggunakan ijazah palsu,” ujar Kevin Adrian Islan, S.A.P sebagai wakil Koordinator FPPI, saat diwawancarai di kantornya di komplek PHDM. Jum’at, (03/07/20)

Selain hal itu untuk PPDB tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya dimana tahun ini PPDB dilakukan dengan sistem daring, hal ini dilakukan karena saat ini Negara sedang mengalami situasi pandemic Covid-19.  Akan tetapi, menurutnya PPDB dengan sistem tersebut sangatlah rentan akan adanya indikasi manipulasi nilai rapor, dan dugaan pungli dalam PPDB tahun ini.

FPPI berharap semoga kedepannya wajah dunia pendidikan Indonesia tidak lagi tercoreng oleh praktik praktik yang tidak bermoral maka dari itu perlu dukungan dan pengawasan kita semua untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan Indonesia. “semoga kedepan wajah dunia pendidikan akan semakin membaik, tidak ada lagi praktik-praktik  yang membuat tercorengya pendidikan kita,” tutupnya. (cy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *