by

Lembaga Survei Lingkar Publik Independen (LPI) Turun ke Tujuh Kabupaten se-Sumsel untuk Pemetaan Pra Pilkada 2020

RadarSumsel.com–PALEMBANG. Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tujuh Kabupaten se-Sumatera Selatan (Sumsel), Lembaga Survei Lingkar Publik Independen (LPI) melakukan pembekalan kepada 400 surveyor yang dipersiapkan terjun ke lapangan untuk mengambil data di kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, PALI, Muaratara, Musirawas. Kamis 25/6/2020

Direktur Eksekutif Zainul Rifqi menjelaskan, Lingkar Publik Independen (LPI) adalah lembaga resmi yang telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri Nomor; 0500-00-00/734/XII/2019, kami juga sudah berkoordinasi dengan Kesbangpol Linmas Provinsi Sumsel untuk melakukan turun langsung survei Pra Pilkada di Sumsel.

“Hari ini kami melakukan pembekalan kepada 400 orang surveyor sebagai syarat utama sebelum diturunkan ke lapangan, kegiatan ini kami selenggarakan 4 hari dengan peserta secara bergantian di Restoran plamboyan Plaju” Ujar Zainul

Lebih lanjut Zanul Rifqi mantan surveyor LSI itu mengatakan, LPI sangat mengedepankan profesionalitas dalam melakukan penelitian survei di lapangan, kita persiapkan surveyor dengan kriterian yang sangat selektif minimal mahasiswa semester 6, karena sayarat validnya data hasil survei ditentukan 3 faktor, pertama pengambilan sampel yang tepat dan konsisten, kedua tim surveyor lapangan yang terlatih dan jujur, ketiga pengelolaan data yang diolah di tabulasi data dikerjakan secara teliti dan cermat.

Tujuan dari survei Pra Pilkada untuk memotret kondisi sosial, isu politik dan pontensi bakal calon yang akan berkompetisi di pilkada langsung 9 Desember 2020 akan datang, survei ini penting sebagai bahan referensi bagi penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu, Kepolisian, Pemerintah Daerah agara dapat melihat potret yang terjadi di tengah masyarakat.

Hasil survei semua pihak berkepentingan diantaranya KPU dan Bawaslu perlu juga membaca hasil survei ini untuk memetakan angka partisi pasi pemilih dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Pilkada, disamping itu juga pihak kepolisian dapat membaca peta survei dengan melihat angka kerawanan konflik di tengah masyarakat menjelang Pilkada. Ujar Zainul

Lebih dari itu Zainul yang juga mantan aktivis HMI itu memaparkan, LPI juga sebagai lembaga konsultan politik yang bergerak di bidang jasa pemenangan Pilkada, sementara ini kami belum ada kontrak kerja sama dengan kandidat yang akan bertarung di Pilkada 2020, pengalaman kami di lembaga survei cukup panjang semenjak tahun 2013. Yang terbaru pada saat pilkada 2018 kami memampu memenangkan calon kepala daerah di Kabupaten Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Survei itu adalah peta yang menjadi rujukan penting bagi kandidat yang akan berkompetisi, karena dari hasil survei itulah langkah awal yang menuntun kandidat untuk membuat program kampanye, pemetaan pemilih mana basis dukungan dan mana basis lawan. Pemenagan dalam pilkada langsung dapat diukur dan diprediksi dengan metodelogi ilmiah. Kebanyak kandidat yang kalah dalam kompetisi karena merasa menang dan sudah di atas angin tanpa didukung basis data yang valid, sehingga kegiatan pemenangan tidak tepat sasaran dan tidak sesaui dengan maunya pemilih dalam membuat program kampanye. Pungkas Zainul

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *