by

John Kei Terkenal Sadis Punya Dua Pantangan, Satu Telah Dilanggar?

-Nasional-173 views

RadarSumsel.com. Jakarta – John Refra alias John Kei kembali harus berurusan dengan hukum setelah diduga terlibat penyerangan di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang dan penganiayaan di Jalan Kresek Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Ahad, 21 Juni 2020.

John Kei bersama 30 anak buahnya telah ditahan di Polda Metro Jaya. Pasal berlapis pun sudah menanti, mulai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat 12/1951.

Jika merujuk pasal yang dikenakan, ancaman hukuman maksimal dari beberapa pasal yang dikenakan kepada John Kei cs adalah hukuman mati.

“Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei di situ kan big bos. Dari situ kita bisa menduga apa perannya. Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, Senin, 22 Juni 2020, seperti dilansir Viva.co.id.

Dua Pantangan

Malang melintang di dunia jagoan, ternyata tak semua bisnis dijalani John Kei. Setidaknya ada dua hal yang menjadi pantangan John Kei.

Dikutip BantenHits.com dari TribunNews.com, dua jenis bisnis selama ini selalu dihindari oleh John Kei, yakni sengketa tanah dan narkoba.

Seingat John Kei, dia hanya pernah terlibat dengan bisnis menyangkut tanah satu kali saja. Selain itu, selama menjadi bos preman, John Kei ternyata tidak mau menjalankan bisnis narkoba

“Dari dulu saya tidak mau transaksi narkoba,” ujar John Kei.

Konflik Tanah

Meski mengaku menghindari urusan yang berhubungan dengan tanah, namun ternyata motif penyerangan pada Ahad siang di Cipondoh dan Cengkareng diduga berlatar urusan tanah yang tak kunjung selesai antara John Kei dan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Nus Kei adalah pemilik rumah di Cluster Australia, Green Lake City, Kota Tangerang yang menjadi korban penyerangan.

Dikutip BantenHits.com dari Merdeka.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kepada penyidik, Nus Kei ingin menyelesaikan perihal sengketa tanah di antara keduanya secara kekeluargaan.

“Saya sampaikan di sini ini sebenernya masalah pribadi berdua Nus Kei dan John Kei, kita dapat dari barang bukti yang ada di WA. Sempat Nus Kei sampaikan di situ ‘tolong John kita ketemu aja berdua jangan membawa kita punya anggota, ini urusan pribadi kita berdua’. Tetapi tak ditanggapi John Kei, inilah yang terjadi ini,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa, 23 Juni 2020.

Penelusuran BantenHits.com, John Kei juga pernah terlibat perseteruan soal penguasaan tanah dengan kelompok Hercules di Jalan Kamal, Jakarta Barat, lima tahun lalu. Keributan itu juga memakan korban jiwa.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *