by

Hilmin; Jejak Sejarah Harimau di Serikembang Kec. Muara Kuang Ogan Ilir, Diduga Tergusurnya Hutan Himbe Peramuan oleh PT. BRK

-Sumsel-262 views

Radar Sumsel.com. INDRALAYA- Dalam sepekan terahir ini, keberadaan harimau di Desa Serikembang Kec. Muara Kuang Kab. Ogan  Ilir menggemparkan jagat media dan perbincangan masyarakat luas. Bermula dari seorang bernama Mukminin warga keturuan Serikembang menceritakan melihat langsung harimau beserta dua ekor anaknya, persis harimau itu tampak terlihat di kebunnya pada malam hari Rabu 1/1/2020. Mukminin salah seorang guru di Ponpes Rudhatul Ulum Saka Tiga Indralaya. Sabtu, 4/1/20.

Keberadaan harimau di Serikembang menjadi perbincangan seriuas dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten serta pihak kepolisian, TNI sampai anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir angkat bicara. Dilain pihak tokoh masyarkat warga asli keturunan Desa Serikembang bernama Hilmin, S.Pd.I.,M.Pd.I menjelaskan jejak sejarah keberadaan harimau sumatera yang ada di desa Serikembang.

hilmin putra asli desa serikembang

Hilmin menjelaskan keberadaan Harimau di Serikembang bukan hal yang baru, sejak dari nenek moyang kami dulu memang sudah ada dan harimau memiliki dua tempat yang menjadi kawasannya di Serikembang. Pertama, Himbe Peramuan (hutan rimba yang termasuk hutan larangan atau hutan adat) menurut cerita tutur nenek moyang kami, kawan hutan ini tidak boleh dijadikan lahan garapan areal perkebunan. Peramuan dalam pengertian masyarakat adat serikembang adalah hutan yang hanya boleh mengambil kayu di situ untuk keperluan meramu kayu dalam mendirikan rumah. Ungkap Hilmin mantan anggota DPRD Kab. Ogan Ilir

Lebih lanjut Hilmin menuturkan, “Kini himbe peramuan itu sudah tidak ada lagi, semua sudah menjadi areal perkebunan”. Awal mula rusaknya himber peramuan diduga saat pembukaan lahan perusahaan kebun karet PT.BRK (bumi rambang kerama jaya) berkisar tahun 1989-1990-an. Areal himbe peramuan banyak tergusur oleh tanaman karet milih perusahaan BRK dan beberapa juga perkebunan masyarakat. Meneruskan cerita dari tetua desa, Saat hutan himbe peramuan digusur mulai muncul harimau, beruang, rusa dan hewan-hewan lainnya memasuki perkebunan warga. Begitupun juga muncul makhluk aneh dikenal oleh masyararakat namanya (aru-aru) adalah makhluk bertubuh pendek, berkaki terbalik dan susah dikenali sangat cepat menghilang sampai saat ini masih mistrius antara mitos dan fakta.

“Sampai saat ini himbe peramuan menjadi legenda yang dapat dibuktikan secara fakta ilmiah di desa serikembang, kawasan hutan himbe peramuan merupakan tempat tinggal harimau dan binatang buas lainnya, yang telah dirampas oleh manusia. Kawasan itu cukup luas berbatasan dengan lebak cakil yang juga masuk dalam wilayah desa Sunur Kec. Rambang Kuang, Desa Sukacinta, Desa Kelampadu Kec. Muara Kuang ” Tutur Hilmin pria kelahiran Serikembang tahun 1986

Kalau tidak salah di tahun 1980-an PT. BRK mendapat izin Hak Guna Usaha (HGU) dari pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat itu Serikembang Kec. Muara Kuang masih tergabung di Kab. OKI. Saat ini masih banyak pelaku sejarah berdirinya PT.BRK baik dari pemerintah maupun masyarakat yang mengetahuan asal usulnya yang dapat diwawancarai. Ujar Hilmin kandidat Doktor UIN Raden Fatah Palembang

Kedua, di Serikembang juga dikenal nama tempat Ahisan Macan (anak sungai kecil yang mengalir sampai ke himbe peramuan) airnya jerni, dalam cerita tutur masyarakat serikembang tempat itu, sering kali ditemukan harimua yang meminum air di situ. Ahisan macan itu kini masih ada, berkisar jarak satu kilo meter dari penampakan harimau yang diduga ditemukan oleh Mukminin. Kata Hilmin

Dalam analisa Hilmin, Keberadaan harimau sampai mendekati pemukiman dan memasuki perkebunan masyarakat bisa jadi karena tidak ada lagi tempat tinggal dan harimau sedang memburu mangsanya diantaranya babi hutan yang juga sedang mencari makan di kebun warga. Serikembang tidak ada lagi hutan lindung, karena putusnya mata rantai makanan dan hilangnya tempat habitannya maka ini menjadi penyebab utama liarnya binatang buas seperti harimau tentu bahaya bagi manusia.

Hilmin dalam wawancaranya, berharap pemerintah untuk melakukan kajian lingkungan secara komprehensif, bukan hanya harimau ditangkap masalah menjadi selesai. Lebih dari itu, pemerintah mengkaji soal tataruang lingkungan kawasan hutan untuk kehidupan generasi masa depan . Pungkas Hilmin  (***AD)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *