by

Bawaslu Sumsel Awasi Ketat ASN Terlibat Politik Praktis di Pilkada Serentak 2020

-Politik-46 views

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung di 7 kabupaten/kota di Sumsel, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel Iin Irianto menilai, prilaku berbagai pelanggaran yang terjadi di Pemilu 2019 lalu bisa kembali terulang jika tidak ada persiapan matang penyelenggara.

Iin melihat salah satu pelanggaran yang tercium saat Pemilu 2019 adalah rentannya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. Tidak salah, baginya, jika ASN memberikan hak pilihnya namun aturan menyebutkan tidak diperbolehkan ikut berkampanye.

“Untuk itu, kita akan mengawasi ASN, karena planggaran ASN ini cukup tinggi saat Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 lalu, bahwasnya mereka dimedsos melakukan dukung- dukungan ke paslon ataupun wakil rakyat,” ujarnya.

Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Sumsel melihat, tantangan politik uang masih menjadi pelanggaran yang paling rawan. Dengan para petahana yang akan kembali bertarung, diungkapkan Iin peluang mobilisasi pengerahan ASN untuk terlibat politik praktis akan semakin tinggi, dan akan jadi perhatian jajarannya.

“Terlebih petahana cenderung melakukan politik uang dan mobiliasasi netralitas ASN dan penggunaan fasilitas negara. Dua pokok ini akan jadi pengawasan kami jangan sampai terjadi. Kami juga memastikan netralitas ASN untuk dikerahkan, karena hukuman bisa sanksi pemecatan, jika ia langsung ikuti politik praktis diluar kode etik ASN,” terangnya.

Nantinya, di Sumsel terdapat tujuh kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak, yaitu Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. (tra)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *